Potensi kabupaten mandailing natal
 |  |  |
| | Peluang Investasi Dan Perdagangan | | | |  Komoditas kelapa | | Perkebunan Usaha perkebunan yang telah berkembang di Kabupaten Mandailing Natal meliputi perkebunan besar dan perkebunan rakyat. Komoditas yang dikembangkan melalui usaha perkebunan besar adalah kelapa sawit dan kakao. Sedangkan komoditas yang diusahakan melalui perkebunan rakyat antara lain adalah karet, kelapa sawit, kopi, kelapa, kakao, kulit manis, dan aren. | | | | Luas lahan dan produksi perkebunan tahun 2002 No | Perkebunan | Komoditas | Luas lahan (ha) | Produksi (ton) | 1 | Perkebunan besar | Kelapa sawit | 11.684 | 387.999 | Kakao | 660 | 1.250 | 2 | Perkebunan rakyat | Karet | 43.128 | 26.994 | Kelapa sawit | 5.783 | 14.171 | Kopi | 4.887 | 1.945 | Kelapa | 4.986 | 5.784 | Kakao | 1.660 | 775 | Kulit manis | 1.282 | 360 | Aren | 519 | 609 | | | | | | | Pertanian Luas areal sawah di Kabupaten Mandailing Natal mencapai 19.450 Ha yang terdiri dari sawah tadah hujan, lebak, irigasi teknis, irigasi semi teknis, irigasi sederhana, dan irigasi Non PU. Areal sawah tersebut tersebar dihampir seluruh kecamatan dengan peluang pengembangan yang masih sangat terbuka. Potensi luas areal persawahan No. | Jenis sawah | Luas lahan (Ha) | 1 | Sawah tadah hujan | 4.647 | 2 | Lebak | 755 | 3 | Irigasi teknis | 3.105 | 4 | Irigasi semi teknis | 1.460 | 5 | Irigasi sederhana | 3.148 | 6 | Irigasi non PU | 6.306 | | | Kehutanan Di Kabupaten Mandailing Natal terdapat kawasan hutan seluas kurang lebih 421.668 Ha yang terdiri dari hutan lindung (179.658 Ha), hutan produksi terbatas (189.781 Ha), hutan produksi (49.065 Ha), dan hutan konversi (3.164 Ha). Terdapat dua perusahaan pemegang HPH yaitu PT. Keang Nam Dev. Indonesia dengan produksi kayu 55.451 m3/tahun dan PT. Inanta Timber dengan produksi kayu sebesar 38.629 m3/tahun. Sesuai dengan Undang-undang No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, pemanfaatan kawasan hutan dapat dilakukan pada semua kawasan hutan kecuali pada hutan cagar alam serta zona inti dan zona rimba pada taman nasional. Dengan mengacu kepada ketentuan tersebut, kawasan hutan di Kabupaten Mandailing Natal masih terbuka peluang untuk investasi. | | | |  Air panas Sampuraga | | Pertambangan Kabupaten Mandailing Natal memiliki kekayaan potensi pertambangan baik berupa bahan galian golongan A yang meliputi batubara, golongan B (emas, seng, timbal dan tembaga), maupun C (serpentin, marmer, batu mulia, kaolin dan belerang).
| | | | Potensi geologi dan pertambangan
No. | Golongan | Jenis bahan galian | Cadangan (ton) | 1. | Golongan A | Batubara | 3.200.000 | 2. | Golongan B | - Emas | 30 | - Seng | 36.800 | - Timbal | 9.600 | - Tembaga | 1.542 | 3. | Golongan C | - Serpentine | 47.800.000 | - Marmer | 29.400.000 | - Batu mulia | 1.300.000 | - Kaolin | 366.163.000 | - Belerang | 233.000.000 | | | | |  Panorama alam Sopo Tinjak  Pantai yang indah | | Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak potensi wisata berupa panorama alam, tempat bersejarah serta sumber daya alam lainnya. Diantara objek wisata yang potensial untuk dikembangkan antara lain : 1. Danau Siombun, di Dalan Lidang Kecamatan Panyabungan Kota yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai tempat rekreasi melalui penataan alam sekitar danau, pembangunan sarana dan prasarana wisata lainnya. 2. Objek wisata air panas Sampuraga, terletak di Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Barat yang terkenal melalui legenda "NAMAILA MARINA" (Malu ber Ibu) 3. Air Panas Sibanggor, terletak di kaki Gunung Sorik Marapi di Desa Sibanggor Julu Kecamatan Tambangan yang sangat potensial jika dibenahi dengan melengkapi sarana dan prasarana. 4. Sumur Besar MULTATULI, terletak di Kelurahan Pasar I Kecamatan Natal, adalah tempat bersejarah tempat dimana dulu MULTATULI atau DOUWES DEKKER pernah tinggal di daerah Natal sekitar tahun 1824-1843 5. Bagas Godang dan Sopo Godang Panyabungan Tonga serta meriam peninggalan Belanda, yang merupakan peninggalan bersejarah berupa bangunan budaya Mandailing. Tempat ini juga masih memerlukan pengembangan agar dapat menarik wisatawan. 6. Panorama Alam SopoTinjak, terletak di Kecamatan Batang Natal yang merupakan tempat peristirahatan dan rekreasi yang menarik jika dibangun dan dikembangkan dengan kelengkapan sarana objek wisata. 7. Air Terjun Aek Sitaut, terletak di Desa Botung Kecamatan Kotanopan yang merupakan tempat rekreasi yang sejuk yang banyak dikunjungi orang terutama pada hari-hari libur. Tempat ini potensial untuk dikembangkan dengan pembangunan sarana dan prasarana. 8. Pantai Sikara-kara, terletak di Kecamatan Natal (± 6 km dari Kota Natal). 9. Pantai Silapas Kecamatan Muara Batang Gadis sesuai untuk olahraga selancar. | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar